Trik Dapat Penghasilan dari Menulis

Bahasan lengkap mengenai literasi. Termasuk tentang PUEBI, cara dapat penghasilan tambahan dari hobi menulis, tips sukses di KBM App, dan lain-lain. Kamu pasti butuh buku ini, jadi jangan lupa follow dan subscribe buku ini agar kamu bisa terus up date informasinya.

3. Trik Dapat Penghasilan dari Menulis

Bab 2. Tentang PUEBI
 642
 03 Juni 2021
 14 min.
Apa sih PUEBI itu? Kepanjangan dari PUEBI adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sesuai dengan kepanjangan tersebut, maka dapat disimpulkan PUEBI adalah peraturan penulisan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Apakah semacam EYD? Bisa dibilang begitu, tapi PUEBI merupakan pembaruan EYD sejak tahun 2015. EYD kan adanya tahun 1972 ya, nah karena perkembangan zaman berubah pesat dan mulai masuk bahasa-bahasa serapan dari bahasa asing, maka diterapkanlah PUEBI untuk pembaruan penulisan bahasa.

PUEBI ini merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui penulis. Sebagus apapun tulisannya, kalau PUEBI tidak tepat akan mengurangi kualitas tulisan tersebut. Walaupun saat ini banyak tulisan-tulisan laris tanpa PUEBI yang tepat, tetapi tetap saja PUEBI menunjukkan kualitas si penulis tersebut. Gimana nggak, pengetahuan dasar aja tidak paham, apalagi teori literasi yang lain. Selain itu dengan mempelajari PUEBI juga akan berguna saat kita mengajukan naskah di penerbit atau saat kita mengikuti lomba. Jadi mau tidak mau, sebagai penulis kita harus mempelajari PUEBI.

 PUEBI itu sangat luas, kalau ditulis di sini semua bisa sepanjang jalan kenangan bersama mantan😆, jadi mau saya tulis aja beberapa yang diperlukan dalam penulisan fiksi.

Berikut beberapa peraturan dalam PUEBI yang akan saya jabarkan:

  1. Awal kalimat harus diawali huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca sesuai keperluan, entah titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!), dan lain-lain. Asal jangan koma (,) ya, karena kalau ada tanda koma (,) berarti kalimat belum selesai. 

Contoh paragraf:

sejak kejadian itu perasaanku berubah pada mas aksa, rasa cinta yang begitu besar tak lagi ada, bahkan rasa takut dan curiga mengganggu pikiranku, suamiku itu terus berusaha mendekat, tapi diri ini menjerit ketakutan setiap ia berusaha menyentuhku. (SALAH)

Sejak kejadian itu perasaanku berubah pada Mas Aksa. Rasa cinta yang begitu besar tak lagi ada, bahkan rasa takut dan curiga mengganggu pikiran. Suamiku itu terus berusaha mendekat, tapi diri ini menjerit ketakutan setiap ia berusaha menyentuhku. (BENAR)

(note: paragraf diambil dari cuplikan cerita Teror Pengantin Baru di akun KBM App saya)

Hal di atas tampaknya sepele, tapi saya pernah melihat tulisan di grup literasi tidak diawali huruf besar dan tidak menggunakan tanda baca yang jelas, bahkan satu paragraf koma terus dan baru titik di akhir paragraf. Sebagai penulis kita harus paham tanda baca ya, supaya tulisan kita mudah dipahami.

  1. Peletakan Tanda Tanya dan Tanda Seru yang Tepat

Sebenarnya ini masalah klise. Tanda tanya dan tanda seru itu perbedaannya udah dibahas sejak kita SD dulu. Namun entahlah dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam penulisan di sebuah grup literasi, masih ada saja yang salah menuliskannya. 

Contoh:

“Tolong anak saya dijagain?” (SALAH)

“Tolong anak saya dijagain!” (BENAR)

“Kok marah terus sih, emang kamu kenapa!” (SALAH)

“Kok marah terus sih, emang kamu kenapa?” (BENAR)

  1. Jangan Pakai Tanda Koma Dobel-dobel

Sering kali saya nemu tulisan, bahkan di sebuah grup literasi, menggunakan tanda koma dobel-dobel. Contohnya:

“Sambil menunggu Clara aku masih terus memikirkan baju itu,,, ya ampun, baju itu udah terbeli orang belum ya,,, Aku merasa berjodoh dengan baju itu,,,itu model yang udah kucari sejak ratusan purnama yang lalu,,, Apalagi saat ini aku lagi bawa beberapa lembar uang belanjaku.” (SALAH)

“Sambil menunggu Clara aku masih terus memikirkan baju itu. Ya ampun, baju itu udah terbeli orang belum ya? Aku merasa berjodoh dengan baju itu. Itu model yang udah kucari sejak ratusan purnama yang lalu! Apalagi saat ini aku lagi bawa beberapa lembar uang belanjaku.” (BENAR)

(Paragraf diambil dari cuplikan cerita : Balada Menantu MissQueen dalam KBM App saya)

Kadang saya nggak habis pikir, kenapa ya masih ada yang sering nulis koma dobel-dobel, itu maksudnya apa sih? Dari saya kecil juga nggak pernah nemu tanda baca koma dobel-dobel. Di PUEBI jelas nggak ada. Jadi tolong buat yang mau nulis untuk kepentingan literasi, nggak usah pakai koma dobel-dobel lagi ya.

  1. Gunakan Tanda Baca yang Jelas

Di sebuah grup literasi, saya pernah menemukan tulisan yang sebenarnya bagus tapi tanda bacanya nggak jelas. Satu kalimat ada dua tanda baca bersebelahan.  Katanya titik kok ada komanya, jadi maksudnya gimana, udah selesai belum kalimatnya?😄 Katanya tanda tanya kok depannya ada tanda titik, jadi maksudnya ini lagi bertanya apa enggak? Kan yang baca jadi bingung. 

Contoh paragaf dengan tanda baca membingungkan:

“Waoow,. baju itu bagus banget.! Ah tapi aku nggak boleh boros, kalau tahu seminggu ini aku udah beli dua baju dan satu pasmina pasti suamiku marah. Tapi … baju itu bagus banget, mending aku beli nggak ya.? Duh aku jadi bingung.!” (SALAH)

“Waoow, baju itu bagus banget! Ah tapi aku nggak boleh boros, kalau tahu seminggu ini aku udah beli dua baju dan satu pasmina,  pasti suamiku marah. Tapi … baju itu bagus banget, mending aku beli nggak ya? Duh aku jadi bingung!” (BENAR)

Intinya: tanda baca tu satu aja biar jelas, nggak usah dobel-dobel karena maksudnya jadi nggak jelas.

  1. Beri Spasi Setelah Koma dan Titik

Ini juga masalah sepele yang masih sering dilakukan penulis pemula. Dalam aturan PUEBI dijelaskan bahwa setelah tanda koma, titik, atau tanda baca lain, harus disertai spasi ya! Lagian bacanya juga lebih mudah. 

Contoh paragraf:

Rintik hujan menemani Anya dan Gusta yang masih dalam perjalanan pulang.Lampu-lampu di jalan mulai bersinar,terpantul dalam genangan.Tetes-tetes air hujan menerpa kaca mobil tampak seperti not-not balok di atas kertas musik.Lagu Kiss The Rain dari Yiruma mengalun pelan mengiringi hujan yang tenang. (SALAH)

Rintik hujan menemani Anya dan Gusta yang masih dalam perjalanan pulang. Lampu-lampu di jalan mulai bersinar, terpantul dalam genangan. Tetes-tetes air hujan menerpa kaca mobil tampak seperti not-not balok di atas kertas musik. Lagu Kiss The Rain dari Yiruma mengalun pelan mengiringi hujan yang tenang. (BENAR)

(Note : contoh paragraf adalah cuplikan dari cerita Melodi Hujan di KBM App saya)

  1. Gunakan Elipsis yang Tepat

Apa sih elipsis? Itu lho, tanda titik-titik ( … ). Dalam PUEBI elipsis digunakan untuk kalimat  yang terputus-putus, ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kalimat, dan untuk kalimat yang tidak dilanjutkan.

Contoh:

🌻Kalimat terputus-putus:

“Karena hal itu … aku jadi ragu untuk mengatakannya pada ibu,” ungkap Delia. 

Baca Juga  Ajari Aku Sholat

🌻Bagian kalimat yang dihilangkan: 

Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

🌻Kalimat yang tidak diteruskan:

“Sebenernya aku kesal, rasanya ingin marah, tapi ….” Adi tidak melanjutkan kata-katanya saat Budi datang.

Penulisan elipsis harus tiga titik, tidak boleh kurang atau lebih. Untuk elipsis di akhir kalimat diakhiri tanda titik (jadi empat titik). 

Contoh elipsis yang salah dan benar:

🌻Di tengah kalimat:

Saya suka suka coklat .., tapi saya takut gendut. (SALAH)

Saya suka coklat …, tapi saya takut gendut (BENAR)

🌻Di akhir kalimat:

“Aku ingin pulang, tapi …..” Gadis kecil itu tak melanjutkan kata-katanya, ia hanya mengusap sebulir titik bening yang jatuh di pelupuk matanya. (SALAH)

“Aku ingin pulang, tapi ….” Gadis kecil itu tak melanjutkan kata-katanya, ia hanya mengusap sebulir titik bening yang jatuh di pelupuk matanya. (BENAR)

  1. Tuliskan Percakapan Dengan Cara yang Benar

Dalam tulisan fiksi di platform-platform menulis, saya sering sekali menemukan cerita dengan penulisan dialog yang tidak benar. 

Contoh:

Saat yang ditunggu itu tiba. Kereta-kereta berkuda tampak berjajar-jajar di depan manssion. Aku, Lolly, Buttershue, dan Muffion sudah berada di ruang pesta, menggosipkan tamu-tamu yang datang. 

Eh, siapa dia? Kenapa bajunya mirip kain gorden rumahku? Buttershue.

Dia putri dari  Sunflory, Muffy berkata sambil membetulkan bajunya.

(SALAH)

Dialog di atas saya ambil dari cuplikan cerita saya Kiss The Frog ya. Aslinya dialog udah benar, tapi penulisan di atas saya salah-salahin untuk ambil contoh penulisan dialog yang salah. Sebelum membahas bagaimana penulisan dialog yang benar dari contoh di atas, mari kita bahas terlebih dulu cara penulisan dialog yang benar. Demikian pembahasannya:

🌻 Dialog diawali tanda petik, setelah kalimat selesai diberi tanda koma (atau tanda baca lain), diberi tanda petik lagi, baru dialog tag. 

Dialog tag adalah : keterangan kalimat langsung yang tidak bisa berdiri sendiri dan menerangkan kalimat di depannya. 

Contoh : 

“Saya akan bertanggung jawab atas barang yang hilang,” kata lelaki itu.

🌻Jika kalimat langsung diikuti kalimat aksi, maka kalimat yang mengikuti tersebut diawali dengan huruf kapital. 

Contoh:

“Saya akan bertanggung jawab atas barang yang hilang.” Laki-laki itu berkata seraya menundukkan kepala.

Nah, jadi untuk contoh dialog di atas yang benar adalah:

Saat yang ditunggu itu tiba. Kereta-kereta berkuda tampak berjajar-jajar di depan manssion. Aku, Lolly, Buttershue, dan Muffion sudah berada di ruang pesta, menggosipkan tamu-tamu yang datang. 

“Eh, siapa dia? Kenapa bajunya mirip kain gorden rumahku?” tanya Buttershue.

“Dia putri dari  Sunflory.” Muffy menjawab sambil membetulkan bajunya.

(BENAR)

  1. Penulisan kata “di”

Penulisan kata “di” ini juga masih sering ada yang salah. 

🌻”Di” jika diikuti kata kerja jadi imbuhan, penulisannya disambung dengan kata yang mengikutinya. 

Contoh : disapu, ditulis, dibaca, ditarik, didorong, dan lain-lain. 

🌻”Di” jika diikuti kata tempat jadi kata depan, penulisannya dipisah dengan kata di belakangnya. 

Contoh : di meja, di sana, di depan, di belakang, di desa, di kota, dan lain-lain

  1. Penulisan kata “pun”

Kata “pun” tu artinya “juga”. Jadi ya dipisah dengan kata sebelumnya. Kecuali untuk kata-kata berikut ini:

Meskipun, walaupun, adapun, andaipun, bagaimanapun, ataupun, biarpun, kendatipun, kalaupun, sungguhpun, dan sekalipun

  1. Penulisan Judul

Masih banyak juga penulis yang masih bingung dalam penulisan judul, berikut akan saya paparkan bagaimana cara penulisan judul dari hasil saya belajar nulis selama ini :

A. Judul diletakkan di atas dan di tengah, jangan diletakkan di sudut terdalam hati kamyuu, nanti nggak kebaca😆😆

B. Tiap kata pada judul diawali huruf kapital, kecuali kata depan (ke, di, dari, dan lain-lain), kata sambung (dan, karena, dan lain-lain), kata seru (dong, sih, lho, dan lain-lain), artikula (misalnya para), dan partikel penegas ( misalnya pun). Untuk hal-hal berikut saya contohkan satu-satu ya!

🌻Kata Depan 

Contoh:

Langit Senja Di Yogyakarta (SALAH)

Langit Senja di Yogyakarta (BENAR)

Cintaku Berlabuh Ke Hatimu (SALAH)

Cintaku Berlabuh ke Hatimu (BENAR)

Nah bagaimana kalau kata “Ke, dari, dan di” nya di awal kalimat? Karena segala sesuatu yang ada di awal kalimat harus huruf kapital, jadi penulisannya tetap pakai huruf kapital.

Contoh:

di Hatiku Cintamu Bersemayam (SALAH)

Di Hatiku Cintamu Bersemayam (BENAR)

Bagaimana kalau “di” diikuti kata kerja? Misal disakiti, dilukai, dan lain-lain? Begini, kan  “di” sebagai judul yang nggak diawali huruf kapital itu untuk “kata depan”,  sedangkan “di” kalau diikuti kata kerja udah bukan kata depan(preposisi), jadi ya tetap pakai huruf kapital. 

Contoh:

Walaupun disakiti Aku Tetap Setia (SALAH)

Walaupun Disakiti Aku Tetap Setia (BENAR)

🌻Kata Sambung

Contoh :

Aku Dan Lee Min Ho (SALAH)

Aku dan Lee Min Ho (BENAR)

🌻Kata Seru

Contoh:

Mas Lee Min, Godain Aku Dong! (SALAH)

Mas Lee Min, Godain Aku dong! (BENAR)

🌻Artikula

Contoh:

Aku Dan Para Artis Korea Lainnya (SALAH)

Aku dan para Artis Korea Lainnya (BENAR)

🌻Partikel Penegas

Contoh:

Lee Min Hoo Pun Jatuh Cinta Padaku (SALAH)

Lee Min Hoo pun Jatuh Cinta Padaku (BENAR)

  1. Penulisan Huruf Kapital yang Tepat

Sebenarnya masalah huruf kapital ini sepele banget lho, dari SD juga kita udah diajarin, tapi kadang di grup literasi pun masih ada aja yang nulis huruf kapital salah. Berikut sedikit saya paparkan tentang penulisan huruf kapital:

A. Diletakkan di awal kalimat

Contoh paragraf:

jalan setapak yang basah ini kulalui dengan bingung dan takut.suara-suara binatang hutan menemani.suara gemerisik dedaunan bergesek terdengar di sekitarku.ku terpekik dan menahan nafas saat seekor ULAR besar melewati ranting-ranting pepohonan di sekitarku.kutunggu ULAR  itu berlalu, baru aku mulai berjalan lagi. (SALAH)

Jalan setapak yang basah ini kulalui dengan bingung dan takut. Suara-suara binatang hutan menemani. Suara gemerisik dedaunan bergesek terdengar di sekitarku. Ku terpekik dan menahan nafas saat seekor ular besar melewati ranting-ranting pepohonan di sekitarku. Kutunggu ular itu berlalu, baru aku mulai berjalan lagi. (BENAR)

B. Diletakkan pada awal nama, bulan, hari, tempat.

Contoh:

Pada hari minggu lee min ho datang ke rumah saya. Dia berkata bahwa tanggal 1 september dia ulang tahun. Lelaki ganteng itu berjanji saat dia ulang tahun akan mengajak saya jalan-jalan ke ancol. Namun saya curiga karena setahu saya 1 september itu ulang tahunnya hello kitty. (SALAH)

Pada hari minggu Lee Min Ho datang ke rumah saya. Dia berkata bahwa tanggal 1 September dia ulang tahun. Lelaki ganteng itu berjanji saat dia ulang tahun akan mengajak saya jalan-jalan ke Ancol. Namun saya curiga karena setahu saya 1 September itu ulang tahunnya Hello Kitty. (BENAR)

Nah demikian lah pembahasan saya mengenai PUEBI. Banyak banget ya? Iya, memang banyak, jari saya sampai keriting nulis bab 2 ini. Sebenernya sih peraturan mengenai PUEBI ini masih buanyaaak lagi, tapi saya tidak mungkin menuliskan semuanya di sini. Untuk pengetahuan tentang PUEBI yang lengkap anda bisa download aplikasi PUEBI, di situ lengkap banget. 

Baca Juga  Ajari Aku Sholat

Jangan pernah merasa ribet dan kecil hati karena PUEBI ini. Salah dikit nggak apa-apa asal mau diberi kritik saran dan memperbaiki kesalahan. Namanya manusia memang tempatnya salah. Saya yang berani nulis tentang PUEBI ini juga masih belajar. Pokoknya semangat terus untuk belajar lebih baik.#3. Trik Dapat Penghasilan dari Menulis

Bab 2. Tentang PUEBI 642 03 Juni 2021 14 min.Apa sih PUEBI itu? Kepanjangan dari PUEBI adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sesuai dengan kepanjangan tersebut, maka dapat disimpulkan PUEBI adalah peraturan penulisan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Apakah semacam EYD? Bisa dibilang begitu, tapi PUEBI merupakan pembaruan EYD sejak tahun 2015. EYD kan adanya tahun 1972 ya, nah karena perkembangan zaman berubah pesat dan mulai masuk bahasa-bahasa serapan dari bahasa asing, maka diterapkanlah PUEBI untuk pembaruan penulisan bahasa.PUEBI ini merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui penulis. Sebagus apapun tulisannya, kalau PUEBI tidak tepat akan mengurangi kualitas tulisan tersebut. Walaupun saat ini banyak tulisan-tulisan laris tanpa PUEBI yang tepat, tetapi tetap saja PUEBI menunjukkan kualitas si penulis tersebut. Gimana nggak, pengetahuan dasar aja tidak paham, apalagi teori literasi yang lain. Selain itu dengan mempelajari PUEBI juga akan berguna saat kita mengajukan naskah di penerbit atau saat kita mengikuti lomba. Jadi mau tidak mau, sebagai penulis kita harus mempelajari PUEBI. PUEBI itu sangat luas, kalau ditulis di sini semua bisa sepanjang jalan kenangan bersama mantan😆, jadi mau saya tulis aja beberapa yang diperlukan dalam penulisan fiksi.Berikut beberapa peraturan dalam PUEBI yang akan saya jabarkan:1. Awal kalimat harus diawali huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca sesuai keperluan, entah titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!), dan lain-lain. Asal jangan koma (,) ya, karena kalau ada tanda koma (,) berarti kalimat belum selesai. Contoh paragraf:sejak kejadian itu perasaanku berubah pada mas aksa, rasa cinta yang begitu besar tak lagi ada, bahkan rasa takut dan curiga mengganggu pikiranku, suamiku itu terus berusaha mendekat, tapi diri ini menjerit ketakutan setiap ia berusaha menyentuhku. (SALAH)Sejak kejadian itu perasaanku berubah pada Mas Aksa. Rasa cinta yang begitu besar tak lagi ada, bahkan rasa takut dan curiga mengganggu pikiran. Suamiku itu terus berusaha mendekat, tapi diri ini menjerit ketakutan setiap ia berusaha menyentuhku. (BENAR)(note: paragraf diambil dari cuplikan cerita Teror Pengantin Baru di akun KBM App saya)Hal di atas tampaknya sepele, tapi saya pernah melihat tulisan di grup literasi tidak diawali huruf besar dan tidak menggunakan tanda baca yang jelas, bahkan satu paragraf koma terus dan baru titik di akhir paragraf. Sebagai penulis kita harus paham tanda baca ya, supaya tulisan kita mudah dipahami.2. Peletakan Tanda Tanya dan Tanda Seru yang TepatSebenarnya ini masalah klise. Tanda tanya dan tanda seru itu perbedaannya udah dibahas sejak kita SD dulu. Namun entahlah dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam penulisan di sebuah grup literasi, masih ada saja yang salah menuliskannya. Contoh:”Tolong anak saya dijagain?” (SALAH)”Tolong anak saya dijagain!” (BENAR)”Kok marah terus sih, emang kamu kenapa!” (SALAH)”Kok marah terus sih, emang kamu kenapa?” (BENAR)3. Jangan Pakai Tanda Koma Dobel-dobelSering kali saya nemu tulisan, bahkan di sebuah grup literasi, menggunakan tanda koma dobel-dobel. Contohnya:”Sambil menunggu Clara aku masih terus memikirkan baju itu,,, ya ampun, baju itu udah terbeli orang belum ya,,, Aku merasa berjodoh dengan baju itu,,,itu model yang udah kucari sejak ratusan purnama yang lalu,,, Apalagi saat ini aku lagi bawa beberapa lembar uang belanjaku.” (SALAH)”Sambil menunggu Clara aku masih terus memikirkan baju itu. Ya ampun, baju itu udah terbeli orang belum ya? Aku merasa berjodoh dengan baju itu. Itu model yang udah kucari sejak ratusan purnama yang lalu! Apalagi saat ini aku lagi bawa beberapa lembar uang belanjaku.” (BENAR)(Paragraf diambil dari cuplikan cerita : Balada Menantu MissQueen dalam KBM App saya)Kadang saya nggak habis pikir, kenapa ya masih ada yang sering nulis koma dobel-dobel, itu maksudnya apa sih? Dari saya kecil juga nggak pernah nemu tanda baca koma dobel-dobel. Di PUEBI jelas nggak ada. Jadi tolong buat yang mau nulis untuk kepentingan literasi, nggak usah pakai koma dobel-dobel lagi ya.4. Gunakan Tanda Baca yang JelasDi sebuah grup literasi, saya pernah menemukan tulisan yang sebenarnya bagus tapi tanda bacanya nggak jelas. Satu kalimat ada dua tanda baca bersebelahan.  Katanya titik kok ada komanya, jadi maksudnya gimana, udah selesai belum kalimatnya?😄 Katanya tanda tanya kok depannya ada tanda titik, jadi maksudnya ini lagi bertanya apa enggak? Kan yang baca jadi bingung. Contoh paragaf dengan tanda baca membingungkan:”Waoow,. baju itu bagus banget.! Ah tapi aku nggak boleh boros, kalau tahu seminggu ini aku udah beli dua baju dan satu pasmina pasti suamiku marah. Tapi … baju itu bagus banget, mending aku beli nggak ya.? Duh aku jadi bingung.!” (SALAH)”Waoow, baju itu bagus banget! Ah tapi aku nggak boleh boros, kalau tahu seminggu ini aku udah beli dua baju dan satu pasmina,  pasti suamiku marah. Tapi … baju itu bagus banget, mending aku beli nggak ya? Duh aku jadi bingung!” (BENAR)Intinya: tanda baca tu satu aja biar jelas, nggak usah dobel-dobel karena maksudnya jadi nggak jelas.5. Beri Spasi Setelah Koma dan TitikIni juga masalah sepele yang masih sering dilakukan penulis pemula. Dalam aturan PUEBI dijelaskan bahwa setelah tanda koma, titik, atau tanda baca lain, harus disertai spasi ya! Lagian bacanya juga lebih mudah. Contoh paragraf:Rintik hujan menemani Anya dan Gusta yang masih dalam perjalanan pulang.Lampu-lampu di jalan mulai bersinar,terpantul dalam genangan.Tetes-tetes air hujan menerpa kaca mobil tampak seperti not-not balok di atas kertas musik.Lagu Kiss The Rain dari Yiruma mengalun pelan mengiringi hujan yang tenang. (SALAH)Rintik hujan menemani Anya dan Gusta yang masih dalam perjalanan pulang. Lampu-lampu di jalan mulai bersinar, terpantul dalam genangan. Tetes-tetes air hujan menerpa kaca mobil tampak seperti not-not balok di atas kertas musik. Lagu Kiss The Rain dari Yiruma mengalun pelan mengiringi hujan yang tenang. (BENAR)(Note : contoh paragraf adalah cuplikan dari cerita Melodi Hujan di KBM App saya)6. Gunakan Elipsis yang TepatApa sih elipsis? Itu lho, tanda titik-titik ( … ). Dalam PUEBI elipsis digunakan untuk kalimat  yang terputus-putus, ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kalimat, dan untuk kalimat yang tidak dilanjutkan.Contoh:🌻Kalimat terputus-putus:”Karena hal itu … aku jadi ragu untuk mengatakannya pada ibu,” ungkap Delia. 🌻Bagian kalimat yang dihilangkan: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.🌻Kalimat yang tidak diteruskan:”Sebenernya aku kesal, rasanya ingin marah, tapi ….” Adi tidak melanjutkan kata-katanya saat Budi datang.Penulisan elipsis harus tiga titik, tidak boleh kurang atau lebih. Untuk elipsis di akhir kalimat diakhiri tanda titik (jadi empat titik). Contoh elipsis yang salah dan benar:🌻Di tengah kalimat:Saya suka suka coklat .., tapi saya takut gendut. (SALAH)Saya suka coklat …, tapi saya takut gendut (BENAR)🌻Di akhir kalimat:”Aku ingin pulang, tapi …..” Gadis kecil itu tak melanjutkan kata-katanya, ia hanya mengusap sebulir titik bening yang jatuh di pelupuk matanya. (SALAH)”Aku ingin pulang, tapi ….” Gadis kecil itu tak melanjutkan kata-katanya, ia hanya mengusap sebulir titik bening yang jatuh di pelupuk matanya. (BENAR)7. Tuliskan Percakapan Dengan Cara yang BenarDalam tulisan fiksi di platform-platform menulis, saya sering sekali menemukan cerita dengan penulisan dialog yang tidak benar. Contoh:Saat yang ditunggu itu tiba. Kereta-kereta berkuda tampak berjajar-jajar di depan manssion. Aku, Lolly, Buttershue, dan Muffion sudah berada di ruang pesta, menggosipkan tamu-tamu yang datang. Eh, siapa dia? Kenapa bajunya mirip kain gorden rumahku? Buttershue.Dia putri dari  Sunflory, Muffy berkata sambil membetulkan bajunya.(SALAH)Dialog di atas saya ambil dari cuplikan cerita saya Kiss The Frog ya. Aslinya dialog udah benar, tapi penulisan di atas saya salah-salahin untuk ambil contoh penulisan dialog yang salah. Sebelum membahas bagaimana penulisan dialog yang benar dari contoh di atas, mari kita bahas terlebih dulu cara penulisan dialog yang benar. Demikian pembahasannya:🌻 Dialog diawali tanda petik, setelah kalimat selesai diberi tanda koma (atau tanda baca lain), diberi tanda petik lagi, baru dialog tag. Dialog tag adalah : keterangan kalimat langsung yang tidak bisa berdiri sendiri dan menerangkan kalimat di depannya. Contoh : “Saya akan bertanggung jawab atas barang yang hilang,” kata lelaki itu.🌻Jika kalimat langsung diikuti kalimat aksi, maka kalimat yang mengikuti tersebut diawali dengan huruf kapital. Contoh:”Saya akan bertanggung jawab atas barang yang hilang.” Laki-laki itu berkata seraya menundukkan kepala.Nah, jadi untuk contoh dialog di atas yang benar adalah:Saat yang ditunggu itu tiba. Kereta-kereta berkuda tampak berjajar-jajar di depan manssion. Aku, Lolly, Buttershue, dan Muffion sudah berada di ruang pesta, menggosipkan tamu-tamu yang datang. “Eh, siapa dia? Kenapa bajunya mirip kain gorden rumahku?” tanya Buttershue.”Dia putri dari  Sunflory.” Muffy menjawab sambil membetulkan bajunya.(BENAR)8. Penulisan kata “di”Penulisan kata “di” ini juga masih sering ada yang salah. 🌻”Di” jika diikuti kata kerja jadi imbuhan, penulisannya disambung dengan kata yang mengikutinya. Contoh : disapu, ditulis, dibaca, ditarik, didorong, dan lain-lain. 🌻”Di” jika diikuti kata tempat jadi kata depan, penulisannya dipisah dengan kata di belakangnya. Contoh : di meja, di sana, di depan, di belakang, di desa, di kota, dan lain-lain9. Penulisan kata “pun”Kata “pun” tu artinya “juga”. Jadi ya dipisah dengan kata sebelumnya. Kecuali untuk kata-kata berikut ini:Meskipun, walaupun, adapun, andaipun, bagaimanapun, ataupun, biarpun, kendatipun, kalaupun, sungguhpun, dan sekalipun10. Penulisan JudulMasih banyak juga penulis yang masih bingung dalam penulisan judul, berikut akan saya paparkan bagaimana cara penulisan judul dari hasil saya belajar nulis selama ini :A. Judul diletakkan di atas dan di tengah, jangan diletakkan di sudut terdalam hati kamyuu, nanti nggak kebaca😆😆B. Tiap kata pada judul diawali huruf kapital, kecuali kata depan (ke, di, dari, dan lain-lain), kata sambung (dan, karena, dan lain-lain), kata seru (dong, sih, lho, dan lain-lain), artikula (misalnya para), dan partikel penegas ( misalnya pun). Untuk hal-hal berikut saya contohkan satu-satu ya!🌻Kata Depan Contoh:Langit Senja Di Yogyakarta (SALAH)Langit Senja di Yogyakarta (BENAR)Cintaku Berlabuh Ke Hatimu (SALAH)Cintaku Berlabuh ke Hatimu (BENAR)Nah bagaimana kalau kata “Ke, dari, dan di” nya di awal kalimat? Karena segala sesuatu yang ada di awal kalimat harus huruf kapital, jadi penulisannya tetap pakai huruf kapital.Contoh:di Hatiku Cintamu Bersemayam (SALAH)Di Hatiku Cintamu Bersemayam (BENAR)Bagaimana kalau “di” diikuti kata kerja? Misal disakiti, dilukai, dan lain-lain? Begini, kan  “di” sebagai judul yang nggak diawali huruf kapital itu untuk “kata depan”,  sedangkan “di” kalau diikuti kata kerja udah bukan kata depan(preposisi), jadi ya tetap pakai huruf kapital. Contoh:Walaupun disakiti Aku Tetap Setia (SALAH)Walaupun Disakiti Aku Tetap Setia (BENAR)🌻Kata SambungContoh :Aku Dan Lee Min Ho (SALAH)Aku dan Lee Min Ho (BENAR)🌻Kata SeruContoh:Mas Lee Min, Godain Aku Dong! (SALAH)Mas Lee Min, Godain Aku dong! (BENAR)🌻ArtikulaContoh:Aku Dan Para Artis Korea Lainnya (SALAH)Aku dan para Artis Korea Lainnya (BENAR)

🌻Partikel Penegas

Contoh:

Lee Min Hoo Pun Jatuh Cinta Padaku (SALAH)

Lee Min Hoo pun Jatuh Cinta Padaku (BENAR)

11. Penulisan Huruf Kapital yang Tepat

Sebenarnya masalah huruf kapital ini sepele banget lho, dari SD juga kita udah diajarin, tapi kadang di grup literasi pun masih ada aja yang nulis huruf kapital salah. Berikut sedikit saya paparkan tentang penulisan huruf kapital:

A. Diletakkan di awal kalimat

Contoh paragraf:

jalan setapak yang basah ini kulalui dengan bingung dan takut.suara-suara binatang hutan menemani.suara gemerisik dedaunan bergesek terdengar di sekitarku.ku terpekik dan menahan nafas saat seekor ULAR besar melewati ranting-ranting pepohonan di sekitarku.kutunggu ULAR  itu berlalu, baru aku mulai berjalan lagi. (SALAH)

Jalan setapak yang basah ini kulalui dengan bingung dan takut. Suara-suara binatang hutan menemani. Suara gemerisik dedaunan bergesek terdengar di sekitarku. Ku terpekik dan menahan nafas saat seekor ular besar melewati ranting-ranting pepohonan di sekitarku. Kutunggu ular itu berlalu, baru aku mulai berjalan lagi. (BENAR)

B. Diletakkan pada awal nama, bulan, hari, tempat.Contoh:

Pada hari minggu lee min ho datang ke rumah saya. Dia berkata bahwa tanggal 1 september dia ulang tahun. Lelaki ganteng itu berjanji saat dia ulang tahun akan mengajak saya jalan-jalan ke ancol. Namun saya curiga karena setahu saya 1 september itu ulang tahunnya hello kitty. (SALAH)

Pada hari minggu Lee Min Ho datang ke rumah saya. Dia berkata bahwa tanggal 1 September dia ulang tahun. Lelaki ganteng itu berjanji saat dia ulang tahun akan mengajak saya jalan-jalan ke Ancol. Namun saya curiga karena setahu saya 1 September itu ulang tahunnya Hello Kitty. (BENAR)

Nah demikian lah pembahasan saya mengenai PUEBI. Banyak banget ya? Iya, memang banyak, jari saya sampai keriting nulis bab 2 ini. Sebenernya sih peraturan mengenai PUEBI ini masih buanyaaak lagi, tapi saya tidak mungkin menuliskan semuanya di sini. Untuk pengetahuan tentang PUEBI yang lengkap anda bisa download aplikasi PUEBI, di situ lengkap banget. 

Jangan pernah merasa ribet dan kecil hati karena PUEBI ini. Salah dikit nggak apa-apa asal mau diberi kritik saran dan memperbaiki kesalahan. Namanya manusia memang tempatnya salah. Saya yang berani nulis tentang PUEBI ini juga masih belajar. Pokoknya semangat terus untuk belajar lebih baik.

Baca Juga  Ajari Aku Sholat